Warna adalah salah satu atribut penting dalam desain dan warna dapat mempengaruhi sifat dari produk yang ditawarkan. Preferensi dari pelanggan yang ditargetkan dapat direfleksikan secara langsung dari Warna dan hal ini dapat menghasilkan sell-out rate yang tinggi.

Perincian dari Warna utama (core) dan Warna musiman (seasonal) yang ditawarkan oleh retailer/brand menyediakan insight yang luas terhadap desain, strategi produksi, dan preferensi target market. 

Sebuah perbandingan antara dua musim, sebagai contoh: Autumn Winter (musim gugur & musim dingin) vs Spring Summer (musim semi & musim panas) membuat lebih mudah dalam memahami lebih banyak tentang fokus dari kompetitor tentang warna yang ditawarkan. 

Trend Performance dan Competitor Benchmarking digunakan untuk mengilustrasikan use case ini. 

Langkah 1: Memahami warna core yang diadopsi kompetitor di musim yang berbeda

Warnacore, diketahui juga sebagai Warna greyscale adalah warna yang paling banyak diadopsi oleh retailers/brands. Rincian dari Warna core dapat diidentifikasi di modul Competitor Benchmarking , di bawah tab Product Analysis: Colour Composition , dengan pilihan filter ‘Grayscale Only’. 

Sebagai contoh, dapat dilihat Zara memiliki persebaran warna paling banyak untuk Warna grayscale jika dibandingkan dengan Topshop dan River Island di periode Mei sampai Juli 2020. Adopsi warna grayscale yang seimbang dianggap mencerahkan keseluruhan Spring Summer (warna musim semi dan musim panas) vs Autumn Winter (musim gugur dan musim dingin) dimana warna hitam dan abu-abu diadopsi dengan luas. Mengacu pada insight di bawah, hitam merupakan warna teratas untuk Zara di musim dingin 2019 dengan kontribusi 48% vs hanya 36% kontribusi warna di musim panas 2020. 

Langkah 2: Memahami warna seasonal yang diadopsi kompetitor di musim yang berbeda

Menerapkan poin analisis yang mirip dengan langkah 1 untuk memahami warna musim yang diadopsi kompetitor. Pilih filter ‘Seasonal Only’ untuk melihat rincian warna musim berdasarkan retailer/brand. Lakukan perbandingan antara musim untuk menemukan perubahan dalam adopsi warna. 

Rincian dari Warna seasonal berdasarkan retailers/ brand memungkinkan Anda untuk menemukan persamaan dan perbedaan di antara Warna utama yang diadopsi setiap retailer/brand untuk membantu Anda dalam mengidentifikasi adanya peluang dari warna yang dapat dieksplorasi di kemudian hari. 

Dalam contoh ini, perhatikan biru, pink, dan coklat sebagai 3 Warna seasonal teratas yang diadopsi oleh ketiga brand di kedua musim, menunjukkan peluang untuk berinvestasi. Lakukan perbandingan insight adopsi warna ini dengan brand Anda untuk menemukan perbedaan. 

Poin-poin Penting

Memahami warna core dan seasonal yang potential dari competitor akan membantu Anda dalam merencanakan komposisi warna/ colour composition Anda di season berikutnya. Adanya celah dapat ditutup dengan menawarkan Warna secara potential diinginkan oleh target market Anda.

Selain injeksi warna baru, analisis ini juga membantu Anda dalam menentukan Warna seasonal untuk brand Anda untuk memastikan kebutuhan market dipenuhi secara konsisten. 

Selain itu, terdapat hubungan dekat antara Warna dan kategori dimana retailers/ brand butuh untuk memahami setiap colour story yang dipasangkan dengan setiap kategori untuk memproduksi produk yang tepat dalam meningkatkan penjualan. Analisis lebih dalam mengenai pemahaman hubungan antara Warna dan kategori tersedia di sini

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda! Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mengeksplorasi lebih tentang dashboard Omnilytics, silahkan menghubungi Client Success Manager Anda.

Was this article helpful?

id_IDID