Kategori produk adalah inti dari bisnis fashion. Retailer dan yang menggunakan potensi dari kategori yang mereka miliki untuk menjadi relevan sesuai dengan keinginan dan preferensi dari konsumen dapat meningkatkan pemasukan. 

Peluang dari kategori dapat diidentifikasi dengan cara memahami relasi antara penawaran dari kategori yang dimiliki dan kinerjanya, bersamaan dengan trend yang ada di market dan kompetisi yang ada di market. 

Competitor Benchmarking dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang dari kategori. 

Langkah 1: Buat daftar kompetitor

Sebelum melakukan analisis, sangat penting untuk membuat daftar dari kompetitor utama. Hal ini dapat membantu Anda dalam memfokuskan analisis untuk diarahkan kepada preferensi dan kinerja konsumen yang serupa.

Selalu ingat untuk menyimpan daftar kompetitor dengan memilih “Save Filter” di bawah ikon bookmark setelah memilih kompetitor di bar filter utama. Anda dapat mengakses pusat halaman pendukung di sini untuk mempelajari fungsi “Save Filter”.

Langkah 2: Identifikasi 3 kategori utama dari brand Anda

Ini adalah penilaian internal terhadap kinerja kategori yang Anda miliki. Langkah ini penting untuk memahami posisi dan kinerja brand Anda, dengan mempertimbangkan indikator penjualan dan stok.

Competitor Benchmarking dapat membantu Anda memahami posisi dan kinerja brand Anda dengan lebih baik. Pemahaman lebih lanjut terhadap setiap kinerja kategori, baik atau buruk, kelebihan stok atau kekurangan stok. Informasi ini penting untuk membuat keputusan secara komersial.

Identifikasi 3 utama dalam brand Anda. Alihkan mouse Anda ke tab “Product Analysis: Category Composition" untuk melakukannya. Di sini, kami mengambil Topshop sebagai contoh perbandingan brand sendiri dengan kompetitor seperti Boohoo dan Pretty Little Things.

Dalam contoh ini, Tops (baju atasan), Outwears (baju luaran), dan Dresses (gaun) telah diidentifikasi sebagai 3 kategori utama Topshop dalam produk yang ditawarkan ( ) sesuai dengan periode waktu yang telah ditentukan. 

Langkah 3: Identifikasi 3 kategori utama dari kompetitor Anda  

Langkah berikutnya jarang dilakukan oleh para , karena hal ini mengharuskan Anda untuk melihat insight dari market eksternal. Namun, tahap ini penting untuk dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada penawaran kategori dan reaksi dari market. 

Lakukan analisis yang sama dengan langkah 2, identifikasi 3 kompetitor. Pada contoh ini, dapat dilihat bahwa 3 kategori teratas serupa di semua brand kompetitor. Satu-satunya perbedaan adalah peringkat di antara 3 kategori teratas ini, yang dipengaruhi oleh SKU yang tersedia di setiap kategori/retailer. 

Langkah 4: Lihat kembali kinerja 3 kategori utama dari brand Anda dan kompetitor Anda

Langkah selanjutnya adalah untuk melihat kembali kinerja dari tiga utama untuk memastikan potensial kategori yang tepat untuk dikembangkan. 

Alihkan mouse Anda ke tab Trade Performance. Amati Tops dan outwear yang memiliki persentase sell-out rate dibandingkan rata-rata sell out rate, yang kemudian dapat memvalidasi adanya potensi untuk fokus ke dalam kategori-kategori tersebut. Sebaliknya, kategori Dresses mencerminkan indikator adanya risiko yang yang dilihat dari adanya persentase sell-out rate yang lebih rendah dari rata-rata di 70,7% dibandingkan persentase sell-out rate total di 72,78%. 

Dari sini, kita dapat melihat lebih dalam ke tingkat subkategori untuk melihat alokasi sumberdaya untuk memaksimalkan potensi kategori. 

Mari kita gunakan kategori Tops sebagai contoh. 

Langkah 5: Validasi peluang subkategori dengan persentase sell-out rate

Anda dapat memvalidasi peluang subkategori dengan mengadopsi analisis yang mirip dengan langkah 4. Sebagai contoh, dengan membandingkan sell-out rate dari persentase kinerja subkategori “Top” dengan persentase rata-rata.

Anda dapat mengidentifikasi subkategori dengan persentase sell-out rate yang lebih tinggi dari persentase rata-rata untuk lebih lanjut memvalidasi adanya peluang. 

Dibawah kartu Trade Analysis, T-shirt, Crop Tops, dan Bodies ada beberapa subkategori yang terdaftar memiliki persentase yang lebih tinggi daripada rata-rata 72,78%. Ini menunjukan adanya indikasi adanya potensi di kategori-kategori ini, terutama kategori yang lebih kecil seperti Bodies. Meskipun tidak ada SKU tersedia yang signifikan untuk Bodies, kinerja dari sell-out rate menunjukan adanya peluang untuk mengembangkan ke subkategori yang berpotensi ini. Dalam hal ini, investasi baru pada Bodies harus dipikirkan dengan baik untuk memenuhi permintaan pelanggan secara efektif.

Dengan informasi ini, Anda dapat secara akurat merencanakan assortment produk Anda dan memprioritaskan kedua subkategori, dan mengalokasikan kembali anggaran dari yang tidak berkinerja ke kategori yang berpotensi.

Poin-poin Penting

Pelanggan akan mengharapkan produk yang disesuaikan dengan market dan fashion harus mendapatkan hal yang terpenting. Data eksternal sangat penting untuk produk yang diciptakan dapat bersaing dengan baik dan meningkatkan relevansi dari produk yang ditawarkan oleh kategori brand sendiri di market. Secara keseluruhan, selalu ada potensi untuk menemukan adanya celah dari assortment yang tersedia di market. Namun, kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan produk belum terpenuhi di market adalah kunci utama dalam meningkatkan kesuksesan secara komersial.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda! Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mengeksplorasi lebih tentang dashboard Omnilytics, silahkan menghubungi Client Success Manager Anda.

Was this article helpful?

id_IDID