Penawaran range/koleksi yang sukses berhubungan erat dengan desain produk. Proses riset desain seringkali dilakukan pada tahap perencanaan pra season, yang kemudian dilanjutkan dengan proposal desain akhir dan produksi. Ada beberapa sudut pandang riset untuk mengidentifikasi peluang desain, yang tercermin pada kategori, motif, dan dan Warna

Competitor Benchmarking dan Trend Performance digunakan untuk mengilustrasikan sudut pandang riset dalam mengidentifikasi peluang desain.

Langkah 1: Tentukan sasaran pelanggan dan buat persona pengguna

Penting bagi retailers/ untuk mengidentifikasi sasaran pelanggan untuk memastikan produk yang ditawarkan sesuai. Persona pengguna dapat membantu retailers/ untuk lebih memahami perilaku belanja dan preferensi pelanggan agar dapat menentukan peluang produk dan desain. 

Dengan gambaran persona pengguna, retailers/ akan mendapatkan arahan yang jelas untuk membuat patokan dari riset yang akan dilakukan. 

Langkah 2: Identifikasi peluang kategori 

Assortment kategori adalah inti dari bisnis retail dan merupakan kunci untuk mendapatkan komposisi assortment kategori yang jelas untuk brand Anda sebelum merambah ke pembuatan dan produksi desain. Peluang kategori dapat diidentifikasi dengan memahami posisi dan kinerja kategori brand dan juga kompetitor Anda melalui modul Competitor Benchmarking , tab Product Analysis: Category Contribution

Pilih status stok 'New In/Produk baru' untuk melihat lebih baik potensi dari produk yang baru dilaunching.

Anda dapat merujuk ke bagian Category Contribution untuk memahami penawaran dan kinerja kategori inti. Kategori diurutkan sesuai dengan penawaran SKU yang sudah difilter kriterianya.

Pilih sell-out rate % untuk melihat reaksi pelanggan pada kategori di berbagai . Total rata-rata sell-out rate % brand yang berwarna abu-abu dapat dijadikan patokan untuk semua kategori sebagai pengukur dari kinerja. Sebagai contoh, Zara telah menunjukan bahwa mereka adalah brand dengan kinerja tinggi dibanding kompetitor lainnya untuk produk launching barunya, memiliki sell-out rate sebesar 37%.

Selanjutnya adalah mengidentifikasi potensi kategori dengan membandingkan persentase (%) sell-out rate untuk setiap kategori terhadap tolak ukur. Dalam kasus ini, dapat diamati bahwa kategori Dresses mencatat % sell-out rate lebih tinggi dibandingkan rata-rata % sell-out rate brand, baik pada River Island (25% sell-out Dresses vs 17% rata-rata sell-out brand) dan juga Zara (39% sell-out Dresses vs 37% rata-rata sell-out brand). Hal ini menggambarkan kategori yang berpotensi untuk dieksplorasi karena pelanggan sangat reaktif terhadap penawaran tersebut.

Setelah mengidentifikasi area potensi untuk dieksplorasi, penting untuk selalu membandingkan penawaran Anda untuk mengukur intensitas investasi yang akan dilakukan. 

Langkah 3: Identifikasi peluang pattern/motif untuk kategori potensial

Kita akan melihat modul Trend Performance untuk mengidentifikasi lebih jauh mengenai peluang pattern/motif untuk kategori potensial yang ada di langkah 2. opportunities for potential spotted in Step 2.

Di sini, kita dapat memilih kedua filter, Produk baru dan Out of Stock untuk mengamati kinerja trend untuk produk baru yang dijual pada periode waktu yang kita tentukan. 

Select Group by: Pattern untuk mengamati kinerja pattern/motif untuk kategori tertentu. Dalam kasus ini kita telah mengamati Stripes, Checks, dan Tropical Print sebagai motif dengan trend yang naik pada musim panas 2020.  

Anda dapat klik kartu individual pattern/motif untuk memahami lebih lanjut. Arahkan kursor Anda pada bagian image produk, urutkan berdasarkan “Most Replenished” untuk produk dengan permintaan yang tinggi. . Toggle to the product imagery section, sort by ‘Most Replenished’ for highly demanded products. 

Dalam kasus ini, dapat dilihat bahwa motif Gingham diadopsi oleh banyak retailersdengan reaksi yang menjanjikan. Hal ini menunjukan potensi dari peluang pattern/motif untuk dieksplorasi. opportunity to venture into.

Langkah 4: Identifikasi peluang warna untuk kategori potensial

Seperti pada langkah 3, kita dapat mengidentifikasi warna potensial untuk dieksplorasi untuk kategori/subkategori yang dipilih.  

With the same top filter selection, select ‘Group by: Colour’ to focus the research findings on Warna yang sedang trend. 

Dapat dilihat bahwa warna cerah seperti biru, hijau, dan merah trendnya sedang naik di bulan Mei sampai Juli 2020. 

Untuk memahami lebih tentang kinerja warna kedua, Anda bisa memasukkan warna spesifik di bar filter utama. Di sini, kita memilih biru. Dengan mengurutkan berdasarkan warna, kita dapat mengamati bahwa Blackish Blue (biru kehitaman), Pale Blue (biru pucat) and Greyish Purplish Blue (biru abu-abu keunguan) adalah trend Warna utama yang sedang naik dimana pelanggan bereaksi secara positif. Hal ini menunjukan peluang untuk bisnis untuk dieksplorasi.

Poin-poin Penting

Pada artikel ini kita dapat mengamati peluang desain yang bisa dilihat dalam kategori, seperti pattern/motif dan warna. Kita juga dapat melihat pentingnya pemahaman dari penawaran kategori yang kita miliki sebelum melanjutkan eksplorasi peluang desain. Alasannya adalah karena kategori terikat erat dengan desain dan penawaran bisnis.  

Membentuk komposisi kategori yang tepat dapat memberikan nada yang tepat untuk menentukan peluang desain yang relevan dengan target market. Aturan praktis dalam mengidentifikasi peluang desain adalah menetapkan persona pengguna target Anda sendiri dan gabungan kategori untuk memperlancar proses riset dan produksi desain yang sukses.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda! Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin mengeksplorasi lebih tentang dashboard Omnilytics, silahkan menghubungi Client Success Manager Anda.

Was this article helpful?

id_IDID